SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM MONITORING LIFTING MIGAS

Sistem Monitoring Lifting Minyak dan Gas Bumi ini mulai dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sejak pada tahun 2003. Hingga saat ini, sistem telah menjalani beberapa tahapan dari pengembangan berupa prototipe dilanjutkan dengan implementasi, pengembangan dan pemeliharaan sistem. Tahapan-tahapan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga stabilitas dan kompatibilitas performa sistem serta meningkatkan cakupan pemantauan sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2017. Hingga tahun 2017, pemasangan alat pantau telah dipasang di beberapa titik serah migas di Indonesia sebanyak 46 lokasi alat pantau lifting migas yang terdiri dari 36 berada di darat dan 10 di laut. Secara bertahap Ditjen Migas akan terus memperluas cakupan pemantauan secara realtime terhadap CTP migas yang yang ada di Indonesia.

Selain itu, untuk meningkatkan performa sistem, Ditjen Migas akan melakukan peningkatan kualitas melalui pengembangan dan pemeliharaan Sistem Monitoring Lifting Minyak dan Gas Bumi, penyempurnaan sistem komunikasi data, penambahan kapasitas penyimpanan data dan penerapan konsep Business Intelligence, peningkatan terhadap perangkat pendukung sistem serta penyesuaian standar prosedur operasional. Dengan demikian diharapkan sistem ini dapat mengakomodir kebutuhan stakeholder.

 

Sejarah